Menag Sambut Kedatangan Grand Syaikh Al-Azhar Di Jakarta

Bagikan Sekarang :

Grand Syekh Al-Azhar Prof. Dr. Syaikh Ahmad Muhammad Ahmad Ath-Thayyeb tiba  di Bandara Halim Perdanakusuma, Jakarta, Minggu (21/02) malam. Kedatangan Syekh Ath-Thayyeb disambut langsung oleh Menteri Agama Lukman Hakim Saifuddin.

Ikut menyambut kedatangan Syekh Ath-Thayyeb beserta Majelis Hukama dan beberapa wartawan asing, Duta Besar Mesir untuk Indonesia Bahaa Dessouki, Duta Besar Palestina Fariz Mehdawi, dan tokoh ulama Quraish Shihab.

Menteri Agama RI Lukman Hakim Saifuddin berharap Grand Syekh Al-Azhar  dapat menyaksikan langsung kehidupan beragama masyarakat Indonesia, khususnya umat Islam, dan nantinya bisa menyampaikan model Islam di Indonesia kepada dunia internasional.

“Mudah-mudahan beliau bisa berbicara di dunia internasional bahwa Islam yang berkembang di Indonesia bisa jadi model bagi umat Islam di dunia dalam ikut membangun peradaban di dunia ini,” kata Menag Lukman.

Menag mengaku,  umat Islam  Indonesia berkepentingan dengan kedatangan Syaikh Ath-Thayyeb. Sebab, Grand Syekh adalah salah satu tokoh  umat Islam dunia yang dikenal senantiasa menyuarakan faham Islam moderat, Islam rahmatan lil alamin, sehingga diharapkan  dapat meredam faham-faham radikal yang mengatasnamakan agama.

“Beliau akan berbicara di berbagai forum perguruan tinggi, pondok pesantren, dan Majelis Ulama Indonesia (MUI) dan akan ada pertemuan khusus dengan Majelis Hukama yang juga terdiri dari tokoh-tokoh Islam dunia,” kata Menag.

Bersama Majelis Hukama Al Muslimin yang dipimpinnya, Syekh Ath-Thayyeb dijadwalkan akan berada di Indonesia selama 6 hari guna menghadiri serangkaian acara, termasuk melakukan pertemuan dengan Presiden Joko Widodo, Wapres Jusuf Kalla, dan Majelis Ulama Indonesia.

Grand Syekh juga akan akan memberikan kuliah umum dan pertemuan dengan para alumni Al Azhar di Kampus UIN Syarif Hidayatullah Jakarta. “Grand Syekh Al Azhar akan menyampaikan pidato perdamaian dan kemanusiaan untuk dunia,” terang Pelaksana Tugas Kepala Lajnah Pentashihan Mushaf Al Quran (LPMA) yang juga Sekjen Ikatan Alumni Al Azhar Indonesia (IAAI), Muchlis M Hanafi, Minggu (21/02).

Sebelumnya, Sekjen Ikatan Alumni Al Azhar Indonesia (IAAI) Muchlis M Hanafi mengatakan, Syekh ath-Thayyeb dikenal sebagai ulama moderat dan selalu menyerukan ukhuwah (persatuan), dan tegas mengkritik Zionis. Di antara sikap dan pandangan keagamaannya adalah membela Khazanah Pemikiran Turats (Kitab Kuning). Syekh Ath-Thayyeb selalu menekankan misinya untuk melestarikan dan menyebarkan buku-buku turats (klasik).  “Dalam banyak kesempatan, beliau sering mengungkapkan keprihatinannya atas apa yang terjadi di al-Azhar dan universitas-universitas Islam lain, yaitu: digantikannya buku-buku turats dengan buku diktat dari dosen,” kata Muchlis.

Selain UIN Syarif Hidayatullah Jakarta, Grand Syekh Al Azhar juga dijadwalkan akan meninjau Pusat Studi Al-Quran (PSQ) pimpinan Prof. Dr. Quraish Shihab yang juga menjadi perwakilan Indonesia di Majelis Hukama Al-Muslimin dan meninjau Masjid Al Azhar. Selain itu, beliau juga akan menerima penganugerahan gelar doktor kehormatan dari UIN Maulana Malik Ibrahim (Maliki) Malang. “Penganugerahan ini akan diberikan dalam sidang senat terbuka pada Rabu (24/02) yang dijadwalkan akan dihadiri juga oleh Menag Lukman di Aula UIN Malang,” jelas Muchlis.

Mengakhiri kunjungannya di Indonesia,  Grand Syekh dijadwalkan berkunjung ke Ponorogo untuk mengadakan pertemuan dengan keluarga besar pondok modern Darussalam Gontor, sekaligus pembukaan perayaan 90 tahun pondok tersebut. Selain memberikan sambutan, Syekh Ahmad Ath-Thayeb juga akan meresmikan gedung Pascasarjana Universitas Darussalam Gontor. “Grand Syekh beserta rombongan dijadwalkan akan kembali ke Mesir pada Jumat pagi,” tutur Muchlis.

 

sumber: www.kemenag.go.id

Tags ,
Category Sosial,

Comments

We love comments

Comments