Layak Huni di Rumah Bersubsidi

Bagikan Sekarang :

Ditemui di Perumahan Pesona Bukit Batuah, Balikpapan, Indah (27), tak menyangka proses mendapatkan rumah yang diurus suaminya berlangsung cepat, hanya butuh waktu 2 minggu. Ia juga mengaku uang muka dan cicilannya sesuai dengan pendapatannya.

Sabtu,  (24/2/2018), Tenaga Ahli Madya Kedeputian IV Kantor Staf Presiden Gabriel Sujayanto  melakukan kunjungan lapangan ke Perumahan Pesona Bukit Batuah, Balikpapan, Kalimantan Timur.

Diresmikan oleh Presiden Jokowi pada Juli, 2017, perumahan yang berlokasi di km 5,5 jalan raya Balikpapan-Samarinda ini  merupakan wujud program nasional pembangunan Satu Juta Rumah yang dikhususkan bagi masyarakat berpenghasilan rendah dan mereka yang belum memiliki rumah.

Agar harganya terjangkau pemerintah memberi subsidi uang muka dan bunga. Sehingga bagi PNS, TNI, dan Polri, cukup dengan uang muka Rp 2 juta, mereka sudah dapat memiliki rumah ber tipe 36/84 dengan angsuran Rp 936.400 per bulan dengan bunga tetap 5 persen per tahun untuk masa angsuran 20 tahun.

Sementara untuk karyawan swasta uang muka mulai Rp 7 juta dengan angsuran paling lama 20 tahun sebesar Rp 902.800. Harga tersebut sudah termasuk sertifikat tanah, IMB, air PDAM, dan pasokan listrik 1.300 VA.

Sejauh mata memandang lokasi perumahan yang tak jauh dari pusat kota ini berdiri di atas kontur tanah yang sedikit berbukit. Rumah nampak berderet memanjang yang dipisahkan oleh jalan antar blok yang cukup lebar dan bisa dilalui dua mobil. Blok dibangun mengikuti kontur yang naik turun.

Di temui di lokasi, manajer lapangan Yanto mengatakan, hingga saat ini sudah dibangun 1.100 unit rumah dari sekitar 4.000 rumah bakal menyusul.

Siang itu, sebagian besar penghuni tengah masuk bekerja, namun kami sempat menemui dan berbincang dengan salah satu penghuni, Indah (27), ibu rumah tangga di halaman depan ruamhnya.

Ia cukup kaget dengan kecepatan mendapatkan rumah ini. Suami bilang, kita ambil rumah ya, selang dua minggu sudah dapat, dan tinggal tunggu antrean nomor rumah. Prosesnya sangat mudah dan ngurusnya cepat, ungkap Indah, istri dari Rizal yang bekerja sebagai pengemudi di Balikpapan.

Indah merasa senang harga dan cicilannya terjangkau dan sesuai dengan pendapatan yang mereka terima. Terlebih pengembang selalu mengusahakan untuk mewujudkan fasilitas yang diperlukan. Menurutnya dengan harga Rp 142 juta, ia sudah mendapatkan rumah tipe 36/84. Terdiri atas 2 kamar tidur, satu kamar mandi, serta ruang keluarga yang menyatu dengan kamar tamu, maupun dapur.

Ia membayangkan rumah dengan luas dan fasilitas seperti di atas bila tidak disubsidi harganya bisa mencapai Rp 300 400 juta di Balikpapan.

Itulah sebabnya, ia sangat bersyukur atas program rumah subsidi ini. Setelah setahun tinggal, Indah yang sebelumnya menyewa, mengaku rumahnya layak huni dan lingkungannya nyaman. Termasuk hubungan dengan tetangga.

Ia pun berharap Program Satu Juta Rumah ini dilanjutkan pembangunannya, ditambah unitnya, dan tepat sasaran karena meringankan masyarakat yang berpenghasilan rendah dalam mendapatkan rumah layak huni.

Sekali lagi, lewat program ini pemerintah ingin agar keadilan mendapatkan papan bagi masyarakat terwujud di berbagai wilayah di Indonesia.

Category ,

Post Terkait

Direkomendasikan untuk Anda

Comments

We love comments

Comments