Dubes Kroasia Kunjungi Menkumham RI Bahas Peluang Kerja Sama

Bagikan Sekarang :

Jakarta – Duta Besar Kroasia Drazen Margeta melakukan kunjungan kehormatan kepada Menteri Hukum dan Hak Asasi Manusia (Menkumham) RI Yasonna Hamonangan Laoly, untuk membahas peluang kerja sama yang dapat dilakukan antara Pemerintah RI dengan Kroasia. Saat ini Pemerintah Kroasia masih mencari kemungkinan kerja sama yang dapat dilakukan oleh ke dua negara.

Bukti keseriusan Kroasia untuk bekerja sama dengan Indonesia tercermin dengan akan diselenggarakannya Konferensi Internasional DataFocus 2018 di Jakarta, dan Surabaya pada bulan Maret 2018, oleh Insig2, sebuah anak perusahaan dari perusahaan informasi dan teknologi IN2 yang bergerak di bidang data forensik dari Kroasia, dan melibatkan berbagai negara ASEAN, dan beberapa negara Asia lainnya yang memiliki latar belakang di bidang keamanan dan digital forensik.

“Konferensi tersebut menjadi ajang pertukaran ilmu pengetahuan, dan pengalaman dalam penggunaan data digital forensik pada penegakan hukum, dan diharapkan membuka peluang kerja sama antara Indonesia dengan Kroasia,” ujar Drazen di ruang Menkumham RI, Jakarta, Rabu (28/02/2018).

Menkumham RI menyambut baik terkait inisiasi Kroasia tersebut, dan mendukung kegiatan konferensi yang diselenggarakan oleh Insig2. Menurut Menkumham RI, saat ini merupakan era digital, segala sesuatu menggunakan internet, baik untuk kebaikan, maupun kejahatan. “Everything is digital,” ucap Yasonna.

Berbagai kejahatan model baru terjadi melalui internet/digital, dan regulasi/peraturan selalu selangkah di belakang dari perkembangan teknologi yang semakin canggih, untuk itu diperlukan kerja sama. “Kerja sama Internasional sangat diperlukan, baik untuk pencegahan, penangkapan, maupun penuntutan dalam kejahatan digital,” tandas Yasonna.

Direktur Insig2 Goran Oparnica, yang mendampingi Dubes Kroasia, mengamini ucapan Menkumham RI. Menurutnya, teknologi saat ini sangat canggih, yang memudahkan para oknum untuk melakukan kejahatan. “Telepon selular saat ini sangat canggih, dari telepon selular ini sangat mudah untuk melakukan kejahatan, dan ini menjadi tantangan bagi kita untuk mengatasi masalah kejahatan digital,” kata Goran.

Perusahaan IN2 adalah perusahaan perangkat lunak multinasional dari Kroasia yang beroperasi selama lebih dari 25 tahun. IN2 adalah satu dari 10 perusahaan informasi teknologi (IT) terbesar di Eropa, dan merupakan bagian dari Platinum Oracle Partner dan Microsoft Partner yang memiliki dua kompetensi Emas dan tujuh kompetensi Perak. Sementara perusahaan Insig2 didirikan delapan tahun yang lalu, dan telah berhasil memenangkan sejumlah tender besar, antara lain proyek untuk kantor pusat NATO di Brussel. Saat ini, IN2/Insig2 juga telah membuka sebuah kantor cabang di Jakarta. (Zaka)

Tags ,
Category Hukum,

Comments

We love comments

Comments